JAKARTA INDONEWS – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyusun peta jalan pengembangan ekonomi syariah dalam empat tahap hingga 2030 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah Indonesia dan meningkatkan perannya di tingkat global.
Ketua Harian Pengurus Pusat MES yang juga Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan peta jalan tersebut menjadi bagian dari visi besar organisasi untuk lima tahun ke depan, dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap mulai dari penguatan fondasi hingga perluasan peran ekonomi syariah.
“Peta jalan pencapaiannya telah disusun bertahap, mulai dari fondasi hingga penguatan ekonomi syariah dalam peran global,” kata Ferry dikutip dari siaran pers di Jakarta, Rabu (19/8/26).
Dalam acara Silaturahmi Dewan Pakar Pengurus Pusat MES di Jakarta, Selasa (18/8/26) ditetapkan bahwa pada 2026, MES akan memasuki tahap fondasi dan konsolidasi dengan fokus memantapkan struktur organisasi, kelembagaan, serta landasan program.
Selanjutnya, pada 2027, MES menargetkan memasuki fase akselerasi dan ekspansi melalui perluasan jangkauan, percepatan pelaksanaan program, serta peningkatan dampak kegiatan ekonomi syariah.
Tahap berikutnya pada 2028 hingga 2029 dilakukan melalui penguatan dan skalabilitas. Pada periode tersebut, MES akan memantapkan capaian yang telah diraih sekaligus memperluas cakupan program dan kemitraan hingga ke tingkat global.
Sementara pada 2030, Ferry menjelaskan, MES menargetkan fase konsolidasi dan penyempurnaan untuk memantapkan seluruh capaian serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat MES Adi Hidayat menilai pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan program, tetapi juga perlu diikuti dengan pembangunan kesadaran dan kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama.
Menurut dia, selama ini program-program ekonomi syariah masih lebih banyak berfokus pada aspek teknis dan implementasi kegiatan.
“Visi MES sangat luar biasa. Namun sistem dan program yang baik belum lengkap jika belum jelas siapa yang akan melaksanakannya,” kata Adi.
Menurut dia, perlu ada upaya membangun kesadaran masyarakat terlebih dahulu bahwa memprioritaskan ekonomi syariah adalah bagian dari nilai akidah dan ibadah.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pakar MES sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi berharap kolaborasi MES dan Dewan Pakar MES dapat menjadi ruang pemikiran untuk menjawab berbagai tantangan pengembangan ekonomi syariah.
Menurut dia, potensi besar yang dimiliki Indonesia perlu diterjemahkan menjadi ekosistem ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan memiliki daya saing di tingkat global.






