Puan Tekankan Pentingnya Keadilan dan Persatuan Bangsa Saat HUT RI

0
2

JAKARTA INDONEWS – Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya penegakan keadilan dan menjaga persatuan-kesatuan bangsa saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia.

Dia mengatakan bahwa tanggung jawab untuk merawat persatuan berada di pundak seluruh anak bangsa, dan terlebih lagi berada pada para penyelenggara negara. Maka dari itu, dia mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan negara harus dapat melindungi, menyejahterahkan, dan mencerdaskan rakyat.

“81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah tonggak untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan bangsa, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Puan saat menghadiri upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.

Dia menilai bahwa tema HUT ke-81 RI “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” harus menjadi momentum untuk menaikkan standar keberhasilan pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat. Untuk itu, diperlukan kerja bersama seluruh anak bangsa dan setiap elemen Negara.

“Ketika seluruh anak bangsa menjunjung tinggi semangat gotong royong, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan, maka pembangunan tidak hanya berjalan lebih efektif, akan tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang besar dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata dia.

Puan pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga kerukunan di tengah berbagai perbedaan. Keberagaman, kata dia, bukan ancaman bagi persatuan melainkan harmoni yang harus dipersatukan oleh cita-cita dan tujuan yang sama, yakni rasa yang sama sebagai rakyat Indonesia.

“Dengan semangat bergotong royong, kita terus melangkah menuju Indonesia yang semakin maju, kuat, dan bermartabat,” kata dia.

Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/26), untuk Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo dalam upacara itu mengenakan busana adat nasional dengan atasan berwarna biru dengan celana berwarna senada, serta dipadu kain songket bernuansa cokelat dan dilengkapi dengan peci berwarna hitam saat menerima laporan dari Komandan Upacara.

Sementara itu, Wapres Gibran Rakabuming mengenakan baju adat Nusa Tenggara Timur yang berwarna hitam.