JAKARTA INDONEWS – Perluasan akses telemedisin dinilai dapat membantu masyarakat berkunjung ke layanan kesehatan secara lebih efisien sesuai dengan kebutuhan guna melanjutkan pemeriksaan ke klinik atau rumah sakit.
“Telemedisin bukan sekadar kemudahan, tetapi pintu masuk yang menentukan kualitas seluruh perjalanan layanan kesehatan pasien. Ketika pasien diarahkan dengan tepat sejak awal, mereka terhindar dari tindakan yang tidak perlu, dan ekosistem asuransi menjadi lebih berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT Medika Inovasi Nusantara (DokterIN) Rizalul Durrun Pasundani dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (25/9/26).
Rizalul menjelaskan konsultasi dengan dokter secara jarak jauh dapat menjadi langkah awal sebelum pasien memutuskan perlu tidaknya mengunjungi fasilitas kesehatan. Pendekatan tersebut memungkinkan pasien mendapatkan penanganan pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhanya.
Hal itu menjadi relevan di tengah meningkatnya biaya layanan kesehatan, sementara sebagian kunjungan ke fasilitas kesehatan dinilai sebenarnya dapat ditangani lebih awal melalui konsultasi dokter jarak jauh.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan pengobatan berlebihan yang mencakup pemeriksaan, tindakan, atau pengobatan yang melebihi kebutuhan medis pasien. Hal itu pada akhirnya dapat membebani rasio klaim perusahaan asuransi dan anggaran kesehatan perusahaan.
Dia menilai melalui integrasi layanan telemedisin dengan jaringan administrasi kesehatan, anggota dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi sebelum memutuskan untuk mendapatkan layanan secara langsung di klinik atau rumah sakit.
Pendekatan tersebut juga dapat membantu perusahaan dan asuransi menjaga penggunaan manfaat kesehatan agar tetap sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, perluasan akses telemedisin juga berkaitan dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi kesehatan. Semakin banyak masyarakat yang mencari jawaban atas keluhan kesehatan melalui chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI).
Teknologi tersebut dapat memberikan informasi umum, tetapi tidak dapat melakukan anamnesis secara menyeluruh, memberikan diagnosis yang bertanggung jawab, meresepkan obat, maupun memantau kondisi pasien. Kesalahan dalam menafsirkan gejala dapat berujung pada penanganan yang terlambat atau justru berlebihan.
Direktur Marketing dan Bisnis AdMedika Muhamad Nasrun Ihsan menilai masyarakat tetap perlu memastikan kondisi kesehatan bersama dokter meskipun teknologi AI dapat membantu menambah wawasan.
Akses terhadap dokter berlisensi melalui layanan jarak jauh dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus langsung melakukan kunjungan tatap muka.
Kolaborasi tersebut, kata dia, juga memperkuat layanan kesehatan digital yang terhubung dengan proses administrasi klaim.

