Minggu, September 27, 2026
BerandaJakarta5 Fakta Panas Jelang Malaysia vs Indonesia

5 Fakta Panas Jelang Malaysia vs Indonesia

JAKARTA INDONEWS – Timnas Indinesia akan menjamu Malaysia pada laga kedua Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/26) malam WIB mendatang.

Pertemuan dua seteru serumpun ini kembali datang dalam kondisi klasemen yang ketat. Malaysia memuncaki Grup A usai menang 3-0 atas Bangladesh, sementara Timnas Indonesia membayangi setelah menaklukkan Singapura 2-0. Posisi puncak sementara milik Malaysia berkat selisih gol.

Rivalitas keduanya berlangsung sejak 1957 dan kerap menyita perhatian di dalam maupun luar lapangan. Menjelang kick-off, berikut lima fakta yang mengiringi bentrok kedua negara.

1. Pertemuan ke-86

Timnas Indonesia dan Malaysia telah 85 kali berhadapan dalam pertandingan yang tercatat.

Partai ini menandai duel ke-86 bagi kedua negara.

Dalam rekor head to head itu, Malaysia mengoleksi 34 kemenangan, Timnas Indonesia 33, dan 18 laga berakhir imbang.

Catatan tersebut dimulai sejak pertemuan 7 September 1958 pada ajang Piala Merdeka.

Jika Timnas Indonesia menang, rekor kemenangan kedua kubu akan seimbang untuk pertama kalinya.

2. Perang Pemain Naturalisasi

Timnas Indonesia menempati urutan kedua dengan mengerahkan 18 pemain diaspora yang berkarier di BRI Super League dan sejumlah kompetisi Eropa.

Meski tanpa Jay Idzes, pilihan masih melimpah: Maarten Paes, Kevin Diks, Emil Audero, Thom Haye, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Mitchell Baker hingga Luke Vickery.

Di kubu seberang, Malaysia membawa 12 pemain berstatus naturalisasi, terdiri dari sembilan pemain keturunan dan tiga alih status kewarganegaraan.

Tiga nama terakhir itu adalah Bergson da Silva (Brasil), Manuel Hidalgo (Argentina), dan Paulo Josue (Brasil).

3. Team Bertanding

Situasi grup membuat duel ini terasa seperti final kepagian. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk mengamankan puncak Grup A.

Malaysia memimpin dengan tiga poin dan selisih gol plus tiga, sedangkan Timnas Indonesia memiliki poin sama namun selisih gol lebih kecil satu.

Pemenang laga berpeluang besar melaju ke final karena hanya perlu menambah satu poin pada partai terakhir.

Format FIFA ASEAN Cup tidak menyertakan babak semifinal; setiap juara grup langsung bertemu di partai puncak.

4. Panas di Luar Lapangan

Perseteruan Indonesia–Malaysia juga sering merembet ke level suporter. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, 5 September 2019, insiden terjadi di SUGBK setelah tuan rumah kalah 2-3.

Menjelang akhir laga, sebagian suporter tuan rumah melompati pagar dan berupaya mendekati tribune tim tamu. Pendukung Malaysia baru bisa meninggalkan stadion sekitar tengah malam.

Sehari sebelum pertandingan, beberapa suporter Timnas Indonesia menjadi korban pengeroyokan di sekitar Bukit Jalil. Di dalam stadion, terjadi saling lempar botol dan flare.

Usai laga, sejumlah suporter Indonesia sempat tertahan demi alasan keamanan karena area luar stadion masih dipadati pendukung tuan rumah. Sebanyak 41 orang diamankan terkait kejadian tersebut.

5. Adu Tajam Ole Romeny vs Arif Aiman

Dua pemain menjadi sorotan jelang laga: Ole Romeny di kubu Garuda dan Arif Aiman di pihak Harimau Malaya.

Romeny terus menunjukkan ketajaman dengan tujuh gol dari 11 penampilan bersama Timnas Indonesia, termasuk satu gol penalti ke gawang Singapura pada partai pembuka.

Dari Malaysia, Arif Aiman tampil produktif sejak debut 28 Mei 2021. Winger Johor Darul Ta’zim itu telah mengemas 10 gol dari 41 caps.

Brace ke gawang Bangladesh pada laga pertama menjadi sinyal ancaman bagi barisan pertahanan Indonesia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
 src=

Most Popular

Recent Comments