Menkes Pastikan Operasi Berjalan Meski RSUD Ruteng Terdampak Gempa NTT

0
2

JAKARTA INDONEWS – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan operasi bagi warga yang terluka akibat gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan, meski RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT rusak akibat bencana itu.

Hal tersebut dia sampaikan saat meninjau kondisi pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Dia menyebutkan, gempa bumi merusak RSUD Ruteng sehingga pelayanan pasien, termasuk pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan, sementara dilakukan di tenda darurat di luar gedung rumah sakit.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8/26), Budi mengatakan bahwa kasus patah tulang dan trauma menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan pasca gempa. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan dokter spesialis ortopedi agar pasien dapat segera memperoleh tindakan medis yang diperlukan.

Dia menjenguk pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan. Salah satunya Yosef, anak berusia 12 tahun yang mengalami patah tulang paha setelah rumah tetangganya roboh akibat gempa.

“Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi. Padahal dia senang main bola dan ingin menjadi pemain tim nasional,” ujarnya.

Dia pun memastikan Yosef mendapatkan penanganan dari tim dokter spesialis ortopedi yang dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan di RSUD Ruteng. Tim tersebut antara lain berasal dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta didukung tenaga medis dari sejumlah rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran.

“Kita berterima kasih kepada teman-teman dari rumah sakit yang sudah datang membantu. Ada dari Sardjito, Ben Mboi, Universitas Hasanuddin, dan Rumah Sakit Dr. Soetomo yang khusus membantu di RSUD Ruteng. Para dokter ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan,” katanya.

Untuk memastikan pelayanan kesehatan dan tindakan operasi tetap dapat berjalan, Kemenkes tengah membangun rumah sakit lapangan yang berlokasi di stadion Golo Dukal kabupaten Manggarai. Rumah sakit lapangan tersebut akan dilengkapi dengan ruang operasi sehingga pelayanan bedah dapat dilakukan secara aman meskipun bangunan utama rumah sakit mengalami kerusakan.

Selain RSUD Ruteng, Kemenkes juga menyiapkan pembangunan rumah sakit lapangan di RSUD Nagekeo. Kedua rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan rujukan yang mengalami kerusakan akibat gempa sehingga tidak dapat beroperasi secara optimal.

“Karena rumah sakitnya sekarang tidak aman digunakan, kita sedang membangun rumah sakit lapangan. Di sana nanti dokter-dokter bisa melakukan operasi dengan baik,” ujarnya.

Menkes menegaskan bahwa respons kesehatan pascagempa tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi juga harus menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Kemenkes akan memperkuat mobilisasi tenaga kesehatan dan relawan untuk melakukan penyisiran atau sweeping kesehatan ke berbagai wilayah terdampak.