JAKARTA INDONEWS – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar kandidat potensial untuk menduduki posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (Dirjen WHO). Namanya tercantum di laman resmi WHO sebagai kandidat yang diusulkan oleh Indonesia.
Selain Budi, terdapat tiga kandidat potensial lainnya, yaitu Dr. Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Dr. Hanan Balkhy yang diusulkan Arab Saudi, dan Dr. Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia.
WHO menjelaskan bahwa laman tersebut memuat informasi mengenai individu yang diusulkan untuk menduduki posisi Direktur Jenderal WHO, dikutip pada Selasa, 25 Agustus 2026. Sebelum daftar kandidat dan usulan resmi diumumkan, nama kandidat potensial dapat dicantumkan terlebih dahulu di situs WHO.
Setelah daftar kandidat dan proposal resmi dipublikasikan, laman tersebut akan diperbarui sesuai dengan status pencalonan masing-masing kandidat.
Profil Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin bukanlah seorang dokter ataupun peneliti di bidang kesehatan. Namun, perjalanan kariernya membawanya hingga dipercaya memimpin sektor kesehatan Indonesia.
Budi dilantik sebagai Menteri Kesehatan RI pada 23 Desember 2020. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN I sejak November 2019. Sebelum menjadi Menteri Kesehatan menggantikan posisi Terawan Agus Putranto, Budi juga dipercaya menangani bidang kesehatan dalam Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Dalam penanganan pandemi, Budi terlibat dalam pengadaan alat PCR, vaksin COVID-19 beserta sistem pelaksanaan dan distribusinya, serta obat terapeutik. Dia juga berperan dalam memonitor dan mengelola 70 rumah sakit BUMN, seperti dikutip dari kemkes.go.id.
Menurut Budi, pemulihan sektor kesehatan merupakan bagian penting dari pemulihan ekonomi. “Sektor kesehatan merupakan kunci utama pemulihan ekonomi. Apa yang kami lakukan di Satgas PEN, tidak mungkin berhasil tanpa sektor kesehatan pulih,” kata Budi pada Desember 2020.
Jauh sebelum terjun ke pemerintahan dan sektor kesehatan, Budi memiliki pengalaman panjang di dunia perbankan dan korporasi.
Pria kelahiran Bogor, 6 Mei 1964, ini menempuh pendidikan S1 Fisika Nuklir di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia kemudian memperoleh sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Chartered Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada 2004.
Budi memulai karier pada 1988 sebagai Information Technology Officer di Kantor Pusat IBM Asia-Pasifik di Tokyo, Jepang. Dia kemudian bergabung dengan PT Bank Bali Tbk. sebelum melanjutkan karier di ABN AMRO Bank Indonesia dan Malaysia, PT Bank Danamon Tbk., serta Adira Quantum Multi Finance.
Pada 2006, Budi menjabat sebagai Direktur Micro dan Retail Banking Bank Mandiri. Setelah itu, ia menjadi Senior Advisor Menteri BUMN pada 2016–2017 dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero) pada September 2017 hingga November 2019.






