Kamis, Oktober 15, 2026
BerandaJakartaKenali Cara Penanganan Sakit Lambung Hingga Kanker Usus

Kenali Cara Penanganan Sakit Lambung Hingga Kanker Usus

JAKARTA INDONEWS – Nyeri perut berulang, asam lambung yang tak kunjung membaik, atau perubahan pola buang air besar kerap dianggap gangguan pencernaan biasa. Padahal, keluhan yang menetap perlu diperiksakan agar penyebabnya diketahui dan penanganannya tepat.
Melalui Digestive Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, pasien dapat melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis berpengalaman dan mendapatkan rekomendasi penanganan gangguan pencernaan, mulai dari terapi medis hingga tindakan bedah lanjutan sesuai indikasi.

Salah satu dokter yang menangani kasus seputar pencernaan adalah dr. Eko Priatno, Sp.B, Subsp.BD(K), Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif.

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Setiap keluhan saluran cerna memerlukan evaluasi menyeluruh. dr.Eko menjelaskan hal ini dilakukan untuk menentukan metode pengobatan yang paling tepat bagi kondisi pasien.

“Tidak semua gangguan pencernaan memerlukan operasi. Kami terlebih dahulu mencari penyebab keluhan dan mengevaluasi kondisi pasien, kemudian menentukan terapi yang paling sesuai. Tujuannya bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien,” ujar dr. Eko dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/26).

Pada GERD atau penyakit refluks asam lambung, penanganan umumnya dimulai dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Jika keluhan tetap berlangsung meski terapi sudah optimal, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan tindakan antirefluks.

Sementara pada batu empedu yang menimbulkan keluhan atau komplikasi, pengangkatan kantong empedu dengan laparoskopi dapat dipertimbangkan. Teknik ini menggunakan sayatan kecil dan pada pasien tertentu memungkinkan pemulihan lebih cepat.

Penanganan Kanker Usus hingga Pankreas

dr. Eko juga menangani kanker usus besar dan kanker rektum, termasuk melalui bedah minimal invasif pada pasien yang memenuhi kriteria. Dalam kasus kanker rektum tertentu, teknik Intersphincteric Resection (ISR) dapat dipertimbangkan untuk mengangkat kanker dengan tetap mempertahankan fungsi anus.

“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” tutur dr. Eko.

Untuk kasus kompleks seperti tumor tertentu di kepala pankreas, saluran empedu, atau usus dua belas jari, tersedia pilihan penanganan berupa operasi Whipple. Prosedur ini melibatkan pengangkatan bagian organ yang terdampak dan penyambungan kembali saluran pencernaan. Kelayakan tindakan ditentukan melalui pemeriksaan dan perencanaan bersama tim medis.

Layanan Terintegrasi dan Teknologi Modern

Digestive Center Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan pelayanan kesehatan saluran pencernaan One Stop Service yang seluruh layanannya, mulai dari pendaftaran, konsultasi, hingga pembayaran dapat diakses di satu area yang sama atau biasa disebut dengan cluster.

Digestive Center ini juga didukung teknologi diagnostik modern, seperti endoskopi, kolonoskopi, CT Scan 512 Slice dengan teknologi AI, dan MRI 3 Tesla, serta fasilitas pembedahan minimal invasif dan penanganan kasus kompleks.

Melalui kolaborasi dokter spesialis dan subspesialis, setiap tahapan pelayanan dirancang secara terintegrasi, mulai dari pemeriksaan dan penegakan diagnosis, perencanaan terapi, hingga pendampingan selama proses pemulihan.

dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menjelaskan komitmen peningkatan layanan kesehatan kini tidak hanya kelengkapan teknologi medis semata, tetapi juga kenyamanan serta keamanan pasien selama menjalani perawatan.

“Bagi kami, pelayanan yang komprehensif bukan hanya tentang kelengkapan teknologi atau kemampuan menangani kasus yang kompleks, tetapi juga bagaimana setiap pasien mendapatkan kenyamanan, perhatian dan penanganan yang tepat sesuai kebutuhannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Margareth menjelaskan bahwa pusat layanan ini didukung oleh tim medis profesional serta fasilitas modern untuk memberikan perawatan terbaik bagi masyarakat.

“Dengan adanya Digestive Center yang sudah tersentralisasi ini, dan didukung oleh tim medis yang kompeten serta fasilitas modern, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang mengutamakan ketepatan diagnosis, keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup pasien. Kami ingin setiap pasien merasa tenang dan percaya bahwa kesehatannya ditangani tepat,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
 src=

Most Popular

Recent Comments