JAKARTA INDONEWS – Seorang anak di Inggris mengidap kanker agresif setelah dokter mengabaikan gejala yang dialaminya. Anak berusia 11 tahun ini sempat didiagnosis mengalami radang amandel.
Dikutip dari laman NYPost, Armaie Burrows-Pitt mengalami kelelahan ekstrem dan kehilangan nafsu makan saat liburan di Devon, Inggris, pada Mei lalu. Para dokter umum meyakinkan orang tuanya bahwa Armaie hanya mengalami radang amandel dan meresepkan antibiotik.
“Dokter umum memberi tahu saya bahwa dia benar-benar sehat dan bugar, tetapi kami tahu dia tidak sehat karena dia adalah gadis muda yang bugar dan aktif, yang biasanya penuh energi,” kata ibu Armaie, Nikki.
Akan tetapi, saat kondisinya tidak membaik, ibunya membawa Armaie ke Rumah Sakit Warwick untuk menjalani tes darah. Dia kemudian menjalani tes lanjutan karena kemungkinan mengalami sepsis, tuberkulosis, atau infeksi.
Setelah 15 hari di rumah sakit, dia dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Birmingham. Di sanalah Armaie mendapat diagnosis limfoma Burkitt, bentuk kanker anak yang langka dan agresif.
“Ia akhirnya didiagnosis mengidap limfoma Burkitt stadium 4 pada tanggal 3 Juli, setelah sebelumnya mereka mengira itu adalah infeksi,” kata ibunya.
Limfoma Burkitt adalah jenis limfoma non-Hodgkin langka yang berkembang pesat dan dimulai dari sel darah putih, khususnya sel B. Kanker ini terutama menyerang anak-anak dan bisa berkembang dengan sangat cepat sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
Armaie berada di stadium 4 dengan penyakit yang sudah menyebar ke limpa, hati, dan sumsum tulang.
“Itu sangat membuat frustrasi karena setiap dokter umum yang saya temui terus mengatakan bahwa dia baik-baik saja.”
Kini, keluarga tersebut sedang menggalang dana untuk menutupi biaya selama Armaie menjalani kemoterapi selama enam bulan.






