WASHINGTON INDONEWS – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mendesak negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Americas Counter-Cartel Coalition (ACCC) untuk keluar dari Mahkamah Pidana International (ICC). Ia menuding lembaga tersebut telah berupaya melemahkan kedaulatan negara.
Dikutip dari Anadolu, Jumat (14/8/26), seruan itu disampaikan Hegseth dalam sebuah pernyataan di Panama pada Rabu. Ia secara khusus mendorong seluruh anggota ACCC untuk meninggalkan ICC dan menolak upaya pengadilan tersebut yang menurutnya dapat mengambil alih kewenangan pemerintah serta pengadilan nasional.
Hegseth menegaskan bahwa setiap negara harus tetap memiliki kewenangan untuk mengerahkan pasukan dan melindungi warganya berdasarkan hukum serta konstitusi masing-masing.
Ia juga menuduh ICC berusaha memperluas yurisdiksinya terhadap personel militer dan operasi militer Amerika Serikat serta negara-negara mitranya. Hegseth menyebut langkah tersebut sebagai upaya perebutan kekuasaan yang tidak memiliki dasar hukum.
Menurut Hegseth, negaranya tetap mempertahankan kedaulatan dan kemampuan untuk mengerahkan pasukan demi kepentingan pertahanan sendiri. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya bertanggung jawab kepada warga negara dan konstitusi masing-masing, bukan kepada pejabat internasional yang tidak dipilih melalui pemilu.
Sebagai menteri pertahanan maupun sebelum menjabat posisi tersebut, Hegseth juga kerap berpendapat bahwa aturan yang dianggap tidak perlu dapat membatasi kemampuan tentara Amerika Serikat dalam bertempur. Ia menekankan bahwa pertimbangan utama dalam operasi militer seharusnya adalah kemampuan untuk memberikan daya hancur.
Hegseth juga sebelumnya mendorong Presiden AS Donald Trump untuk turun tangan membela personel militer yang menghadapi tuduhan kejahatan perang.






