120 Rumah di Kampung Adat Sade Lombok Tengah Terbakar

0
3

NUSA TENGGARA BARAT INDONEWS – Sebanyak 120 unit rumah di kampung adat wisata Sade, Desa Rambitan Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kebakaran. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu malam kemarin.

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse menyebut pihaknya pada Sabtu kemarin melakukan pemadaman secara intensif. Ia juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi warga yang tinggal di rumah Sade tersebut.

“Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sedang di TKP,” kata Lalu Winakse dilansir dari Antara, Minggu (23/8/26).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas dan mobil pemadam. Arus lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sengkol-Mandalika sempat terganggu di tengah upaya petugas melakukan pemadaman.

“Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman,” kata Supardan.

Petugas gabungan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga juga berbondong-bondong membersihkan material sisa kebakaran ratusan rumah adat wisata Sade. Petugas dikatakan masih berjibaku melakukan pemadaman hingga Minggu (23/8/26) pagi.

“Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan dan pembersihan material di lokasi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah Ridwan Maruf.

“Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah itu akibat arus pendek listrik atau faktor lain,” tambahnya.

Ia mengatakan untuk bantuan logistik saat ini sedang disiapkan. Dikatakan rumah yang terbakar mencapai 120 unit.

“Data sementara jumlah rumah yang terbakar mencapai 120 unit dan jumlah penduduk masih didata, sedangkan lokasi pengungsian tergantung hasil rapat koordinasi hari ini,” kata dia.

Sementara itu, salah satu warga, Amaq Imi, mengatakan kebakaran tersebut terjadi secara tiba-tiba pada malam hari ketika warga sedang tertidur. Barang-barang seperti kain tenun, uang, hingga ponsel tidak sempat diselamatkan.

“Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah, karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan, hanya pakaian yang saya gunakan ini saja,” kata Amaq.

Rumah adat Sade terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.