JAKARTA INDONEWS – Manchester City mulai mempersiapkan era baru setelah kehilangan sejumlah pemain penting. Salah satu nama yang kini masuk radar klub adalah gelandang AS Roma, Manu Kone, yang juga dikabarkan menjadi incaran Manchester United. Nilai pasar pemain asal Prancis tersebut diperkirakan berada di kisaran 43 juta poundsterling.
Pelatih baru Manchester City, Enzo Maresca, akan memulai kiprahnya di Premier League menghadapi Bournemouth akhir pekan ini. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi ujian awal bagi City yang harus beradaptasi dengan perubahan besar di lini tengah setelah Rodri meninggalkan klub untuk bergabung dengan Barcelona.
Rodri selama ini menjadi salah satu pemain paling penting dalam permainan Manchester City. Kemampuannya mengatur tempo, menguasai bola, sekaligus melindungi lini belakang membuat kepergiannya menjadi kehilangan besar.
Kedatangan Elliot Anderson diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kepergian Rodri. Namun, situasi semakin kompleks setelah Tijjani Reijnders juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan Al Qadsiah.
Kondisi tersebut membuat Maresca diyakini masih membutuhkan tambahan pemain di lini tengah. Menurut laporan Daily Mail, perhatian City kini mengarah kepada Manu Kone, gelandang berusia 25 tahun yang memperkuat Roma.
Meski sama-sama beroperasi di lini tengah, karakter permainan Kone berbeda cukup jauh dari Rodri. Kone dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan fisik dan mobilitas tinggi.
Ia mampu menjelajah lapangan dengan cepat serta efektif ketika tim kehilangan penguasaan bola. Kemampuan tersebut bisa menjadi aset penting bagi City, terutama jika mereka tidak lagi mampu mendominasi pertandingan seperti pada era sebelumnya.
Pada Liga Italia 2025/2026, Kone mencatatkan 28 penampilan, dengan dua gol dan tiga assist. Ia juga membukukan rata-rata 42,7 umpan sukses per pertandingan, sementara persentase duel yang dimenangkannya berada di angka 50 persen.
Meski memiliki kemampuan membawa bola dan mobilitas yang baik, Kone belum tentu dapat menggantikan fungsi Rodri secara langsung. Jangkauan operannya dinilai belum cukup untuk meniru peran Rodri sebagai pengatur permainan dari area terdalam lini tengah.
Karena itu, salah satu opsi yang mungkin dipertimbangkan Maresca adalah menempatkan Anderson lebih dalam sebagai gelandang jangkar, sementara Kone memainkan peran yang lebih dinamis di depannya.






