Senin, Agustus 10, 2026
Google search engine
BerandaJakartaLatihan Otot Agar Tidak Membosankan dan Tetap Konsisten

Latihan Otot Agar Tidak Membosankan dan Tetap Konsisten

JAKARTA INDONEWS – Latihan kekuatan atau strength training penting untuk membantu menjaga kekuatan dan kemandirian tubuh seiring bertambahnya usia, namun gerakan yang berulang dan jeda di antara set dapat membuat latihan terasa membosankan.

Kepala Program Pencegahan Fraktur VCU Health, Margaret Krebs, NP, mengatakan keluhan tersebut cukup sering disampaikan pasiennya.

Menurut Krebs, latihan kekuatan perlu dijadikan kebiasaan jangka panjang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memasangkan latihan dengan aktivitas yang disukai.

Cara tersebut dikenal sebagai temptation bundling, yaitu menggabungkan kegiatan yang menyenangkan dengan kebiasaan yang belum terlalu disukai.

Krebs, yang merupakan musisi klasik, misalnya, hanya mendengarkan daftar lagu tertentu ketika melakukan latihan kekuatan.

“Saya memiliki daftar putar khusus yang hanya saya dengarkan saat latihan kekuatan. Daftar itu berisi lagu-lagu yang sangat membangkitkan semangat dan membuat saya termotivasi,” kata Krebs seperti yang dilansir dari laman Health, Minggu (9/8/26).

Bagi orang yang tidak terlalu menyukai musik, mendengarkan buku audio juga dapat menjadi pilihan. Krebs menyarankan memilih cerita yang membuat seseorang penasaran dan ingin kembali mendengarkannya, seperti cerita bergenre thriller.

Latihan bersama dalam kelas kelompok juga dapat membantu membuat latihan kekuatan terasa lebih bervariasi. Selain memberi kesempatan untuk membangun koneksi dengan orang lain, kelas kelompok dapat meningkatkan rasa tanggung jawab untuk mengikuti latihan secara rutin.

“Ketika mengikuti kelas, Anda tidak hanya melakukannya untuk diri sendiri,” ujar Krebs.

Motivasi juga dapat dijaga dengan memberikan tantangan baru dalam latihan. Misalnya, secara bertahap meningkatkan beban atau memilih gerakan yang lebih sulit.

Krebs mengatakan tubuh perlu mendapatkan variasi dalam latihan agar seseorang tidak melakukan beban yang sama selama bertahun-tahun.

“Jangan hanya melakukan deadlift dengan beban 20 pon setiap hari selama 10 tahun ke depan. Anda perlu membuat variasi,” katanya.

Peningkatan beban secara bertahap tersebut dikenal sebagai progressive overload. Metode ini dilakukan dengan meningkatkan tekanan atau beban yang diberikan kepada tubuh selama latihan resistensi secara bertahap.

Progressive overload dapat membantu membangun otot sekaligus menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang.

Menurut Krebs, peningkatan kemampuan dalam latihan juga dapat memberikan motivasi tersendiri.

“Salah satu hal yang saya lihat dari latihan kekuatan adalah orang-orang benar-benar merasa lebih berdaya. Anda merasa mampu menghadapi dunia, yang kemudian menjadi motivasi yang terus berkembang,” ujar dia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments