ISTANBUL INDONEWS – Ketua Parlemen Iran pada Minggu (20/9/26) mengatakan, bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi komitmen yang dibuat berdasarkan kesepakatan pada Juni 2026 dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan leh Teheran.
SAat berpidato di hadapan parlemen, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan Iran telah menyampaikan persyaratannya secara tegas kepada pihak lawan melalui para perantara, demikian laporan stasiun penyiaran pemerintah IRIB.
“Pihak lawan sangat menyadari bahwa upaya penipuan dan pemaksaan sepihak telah tertutup. Sampai persyaratan ini dipenuhi, hak-hak sah rakyat Iran diakui, dan komitmen Amerika dipenuhi, tidak akan ada peluang untuk kembali ke kondisi perundingan sebelumnya atau membuka kembali Selat Hormuz,” kata dia.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang memicu respons serangan dari Iran terhadap negara-negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.
Iran juga menutup Selat Hormuz, salah satu jalur perairan terpenting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas.
Washington dan Teheran mencapai kesepakatan pada Juni yang mencakup penghentian operasi militer, serta pengaturan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran.
Namun, kesepakatan tersebut kemudian gagal akibat perselisihan antara kedua pihak mengenai pengaturan pelayaran dan keamanan di jalur perairan strategis tersebut.

