JAKARTA INDONEWS – Unggulan keempat Coco Gauff mengalahkan unggulan kelima Mirra Andreeva 2-6, 7-6 (7), 6-2 untuk maju ke semifinal US Open 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan satu set dalam pertandingan di Arthur Ashe Stadium, New York, Kamis WIB (10/9/26).
Gauff membutuhkan waktu dua jam 19 menit untuk menundukkan petenis Rusia tersebut sekaligus mencapai semifinal US Open keduanya setelah 2023.
“Yang bisa saya lakukan hanyalah tetap percaya. Permainan saya mungkin tidak selalu muncul, tetapi saya bisa mengendalikan keyakinan terhadap diri sendiri,” kata Gauff dalam konferensi pers seusai pertandingan seperti dikutip laman WTA.
Andreeva sempat berada di posisi yang sangat menguntungkan ketika mendapatkan dua match point pada tiebreak set kedua. Namun, Gauff menyelamatkan kedua peluang tersebut untuk kemudian memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Pada set ketiga, Gauff tampil lebih agresif dan mengambil kendali permainan. Ia mematahkan servis Andreeva tiga kali untuk memperpanjang rekor sempurnanya atas petenis berusia 19 tahun itu menjadi 6-0.
“Walaupun itu terdengar delusional. Saya pikir semakin sering saya berada dalam situasi seperti itu dan berhasil melewatinya, mungkin keyakinan tersebut akan semakin menjadi kenyataan,” ujar Gauff.
Kemenangan tersebut juga memperpanjang catatan positif Gauff menjadi 11 kemenangan berturut-turut. Sejak Wimbledon, petenis Amerika Serikat itu telah memenangi 20 dari 22 pertandingan dan mencapai semifinal dalam empat turnamen secara beruntun.
Dalam semifinal, Gauff akan menghadapi unggulan kedua Elena Rybakina, yang menjadi pertemuan ketiga bagi kedua petenis, dengan head to head sementara imbang 1-1.
Rybakina akan naik ke peringkat satu dunia pada Senin mendatang. Ia menjadi salah satu dari empat unggulan teratas yang mencapai semifinal US Open tahun ini bersama Gauff, Aryna Sabalenka, dan Jessica Pegula.
Ini yang kedua sepanjang era Open empat unggulan teratas tunggal putri mencapai semifinal US Open setelah edisi 1975.
Meski menang, Gauff tidak tampil tanpa cela. Ia melakukan 12 double fault, hanya memasukkan 59 persen servis pertama, serta menghasilkan 42 kesalahan sendiri berbanding 22 winner.
Namun, statistik tersebut tidak menghalangi Gauff untuk menang dan membuktikan mental dan permainannya berkemnbang dalam setahun terakhir ini.
“Pola pikir dan perspektif saya sangat berbeda dibandingkan tahun lalu,” kata Gauff.

