JAKARTA INDONEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan moda transportasi laut untuk menerobos keterbatasan akses geografis dan mendistribusikan bantuan logistik tanggap darurat bagi korban gempa bumi hingga ke wilayah kepulauan terluar di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Pulau Palue.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/8/26), mengatakan bahwa pengerahan armada kapal dilakukan guna memastikan warga di wilayah yang terisolasi pascagempa tetap mendapatkan pasokan bantuan secara cepat.
“Distribusi bantuan ke Pulau Palue di Kabupaten Sikka kami lakukan melalui jalur laut dengan kapal. Langkah ini menjadi solusi percepatan untuk menembus wilayah kepulauan yang memiliki kendala aksesibilitas darat pascabencana,” kata dia.
Penggunaan jalur laut tersebut merupakan bagian dari strategi interkoneksi moda transportasi darat, laut, dan udara yang diterapkan BNPB untuk menjangkau seluruh titik pengungsian di NTT.
Adapun bantuan yang telah berhasil disalurkan ke wilayah Kabupaten Sikka mencakup perlengkapan penampungan darurat seperti 146 unit tenda keluarga, 5 unit tenda pengungsi, 200 kasur lipat, 700 selimut, dan 400 tikar.
Selain itu, BNPB juga menyuplai kebutuhan penunjang kehidupan dasar berupa 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 100 paket hygiene kit, 5 unit tangki air (water tank), 10 unit genset, serta perangkat penerangan atau light tower.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menekankan bahwa pengaktifan posko darurat dan optimalisasi jalur distribusi di daerah menjadi prioritas utama agar seluruh penyintas, baik di pulau utama maupun pulau-pulau kecil, mendapatkan pelayanan yang merata selama masa tanggap darurat.
Selain BNPB, sejumlah kementerian dan lembaga juga mengerahkan sumber daya untuk mendukung penanganan gempa. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak untuk memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
BNPB bersama seluruh unsur penanganan bencana akan terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat serta memastikan dukungan logistik dan peralatan dapat dimobilisasi secara cepat untuk mendukung proses tanggap darurat di wilayah terdampak.






