WASHINGTON DC INDONEWS – Perang yang dilancarkan Presiden Donald Trump melawan Iran dilaporkan telah menguras persediaan senjata militer Amerika Serikat (AS) hingga ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Pengalihan alutsista dan rudal pertahanan udara dari kawasan Asia serta Eropa ke Timur Tengah dinilai membuat militer AS berada dalam kondisi rentan.
Hal ini sekaligus berisiko memberi angin segar bagi Rusia dan China untuk mengambil langkah geopolitik yang lebih agresif.
Rangkaian pengeboman dan operasi pertahanan selama lebih dari lima bulan melawan Iran telah menguras ribuan rudal presisi bernilai jutaan dollar AS.
Pasokan yang terkuras memicu kekhawatiran jangka panjang di kalangan intelijen dan militer AS, meski pejabat Gedung Putih secara terbuka membantah tuduhan kekosongan stok tersebut.
“Menipisnya amunisi merupakan pemusnahan generasi terhadap sarana pencegahan konvensional. Mustahil hal itu tidak berdampak signifikan pada perhitungan keputusan Rusia dan China,” tegas Peneliti Senior CSIS, Tom Karako, dikutip dari New York Times.
Dampaknya diperkirakan akan memengaruhi perhitungan strategis Moskwa dan Beijing dalam mengambil keputusan politik-militer selama bertahun-tahun ke depan.