TEHERAN INDONEWS – Iran telah menjelaskan kepada Amerika Serikat tentang syarat-syarat melanjutkan proses diplomatik antara Teheran dan Washington, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa perwakilan negaranya telah melakukan kontak dengan AS di sela-sela Sidang Umum PBB melalui perantara Qatar.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Selasa menyampaikan persyaratan terkait Selat Hormuz kepada utusan khusus AS Steve Witkoff.
“Dalam proses interaksi [dengan perwakilan AS] yang berlangsung sekitar dua jam, persyaratan untuk melanjutkan diplomasi yang tidak menyisakan keraguan atau ambiguitas telah disampaikan kepada pihak Amerika,” tulis Baghaei di X.
Persyaratan tersebut mencakup pencabutan blokade laut, penghentian agresi AS terhadap Iran dan “terorisme ekonomi”, penghentian perang “di semua front”, pembukaan blokir aset Iran, serta pengakuan terhadap jalur aman di Selat Hormuz yang telah disepakati dengan Oman, kata juru bicara tersebut.
Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sehingga memicu serangan balasan.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, meski konflik kembali berlanjut tak lama kemudian. Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan.
Eskalasi konflik menyebabkan pelayaran melintasi Selat Hormuz hampir terhenti, sehingga berdampak pada pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair, serta mendorong kenaikan harga bahan bakar secara global.

