Seniman Jadikan Lukisan Ruang Suarakan Ancaman Krisis Lingkungan

0
3

JAKARTA INDONEWS – SBY Art Community (SAC) menghadirkan pameran lukisan bertajuk “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” yang menyuarakan kegelisahan para seniman tentang krisis lingkungan melalui goresan, warna, dan imajinasi di atas kanvas.

Sejumlah seniman menerjemahkan berbagai persoalan lingkungan ke dalam karya dengan pendekatan dan perspektif masing-masing, salah satunya adalah Akbar Linggaprana dengan karya “Greener World, No More Choice” yang menghadirkan lanskap surealis hutan dan lautan.

“Apa yang kita hadapi seperti kebakaran hutan, banjir bahkan runtuhnya gletser atau bongkahan es di wilayah pegunungan Himalaya dekat perbatasan Nepal-Tibet adalah peringatan nyata untuk kita memperbaiki alam dan lingkungan kita,” ujar Akbar dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/9/26).

Akbar melukiskan kegelisahannya dalam lukisan acrylic di kanvas berukuran 200 x 300 sentimeter. Di dalamnya, seekor ikan besar tampak keluar dari habitatnya. Figur tersebut menjadi simbol terganggunya keseimbangan alam dan semakin terancamnya ruang hidup makhluk laut akibat kerusakan ekosistem.

Pepohonan yang gersang, vegetasi dengan warna kontras, serta atmosfer yang penuh ketegangan semakin memperkuat pesan mengenai kerusakan lingkungan akibat penebangan liar, pemanasan global, hingga polusi industri.

Bagi Akbar, seni lukis dapat menjadi wadah untuk menyampaikan kegelisahan terhadap kondisi lingkungan. Melalui karya, persoalan yang kerap terasa jauh dari kehidupan sehari-hari dapat dihadirkan dalam bentuk visual yang lebih dekat dan mudah direnungkan oleh publik.

Pesan kepedulian lingkungan dalam pameran ini juga diwujudkan melalui aksi nyata. Karya-karya yang dipamerkan terbuka untuk dijual, sementara sebagian hasil penjualan dan dukungan mitra akan diarahkan untuk kegiatan sosial dan lingkungan.

Program tersebut antara lain mencakup pemberdayaan pelukis anak berkebutuhan khusus, kampanye kesadaran publik, serta kegiatan pelestarian ekosistem

Dengan demikian, pengunjung maupun kolektor tidak hanya mendapatkan karya seni untuk diapresiasi atau dibawa pulang, tetapi juga berkesempatan ikut berkontribusi dalam gerakan sosial dan budaya untuk perdamaian serta pelestarian lingkungan.

Pameran “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kornfeld Galerie Berlin, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta sejumlah mitra seni dan budaya.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang seni dapat menjadi tempat bertemunya kreativitas, kepedulian sosial, dan isu lingkungan. Dari sebuah kanvas, seniman tidak hanya menawarkan karya untuk dinikmati, tetapi juga menitipkan pesan tentang pentingnya menjaga bumi dan membangun masa depan yang lebih baik.