Lewati Terusan Panama, Kapal Harus Rogoh Rp 71,5 Miliar

0
6

PANAMA INDONEWS – Kapal komersial yang melalui Terusan Panama menghadapi lonjakan biaya lantaran gangguan yang disebabkan perang Amerika Serikat-Iran dan menyusutnya level air laut karena cuaca ekstrem El Nino. Menyoroti lemahnya pasar global, sebuah kapal kontainer dikabarkan membayar sekitar US$ 4 juta, atau Rp 71,5 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.877). untuk mendahului antrean kapal yang ingin melalui titik krusial jalur tersebut.

Melansir The Guardian, Kamis (13/8/26), kapal sekarang harus menunggu sekitar 10 hari untuk melalui jalur penghubung Samudera Pasifik dan Atlantik ini, masalah terbesar sejak Mei menurut Argus Media. Jalur ini diutamakan oleh pengirim karena biasanya lebih murah dan cepat, terutama untuk peritel besar dan perusahaan energi yang melakukan perdagangan antara Asia dan AS.

Meskipun perusahaan pengiriman biasanya membayar biaya yang sama untuk melalui jalur ini, Panama Canal Authority (ACP), yang mengatur jalur maritim ini juga mengadakan lelang yang memungkinkan pemilik kapal untuk mengajukan penawaran demi menyelak antrean. Tawaran dimulai dari US$ 15.000, atau Rp 268,1 juta untuk kapal kargo kecil, dan US$ 55.000, atau Rp 983 juta untuk kapal paling besar. Namun, harga ini bisa meroket saat permintaan sedang banyak.

Pembeli slot seharga US$ 4 juta, atau Rp 71,5 miliar ini dilaporkan adalah Seaspan Benefactor, kapal berukuran 10.100 TEU (Satuan Setara Dua Puluh Kaki), berdasarkan data Bloomberg. Pembayaran ini diperkirakan dua kali lipat dari penawaran yang diajukan dalam tujuh hari sebelumnya.

Pemilik kapal rela membayar harga yang jauh lebih tinggi demi menghindari antrean, lantaran semakin banyak kapal yang menghindari Teluk dan Laut Merah karena kondisi geopolitik yang menutup Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, selat sempit yang memisahkan Semenanjung Arab dan Tanduk Afrika.

Harga untuk melewati jalur tersibuk di Terusan Panama telah mencetak rekor tertinggi menurut Financial Times, tepat saat menyusutnya level air laut karena cuaca ekstrem El Nino.

Pada awal bulan ini, ACP mengatakan akan memberlakukan batasan pada akhir Agustus dan awal September untuk seberapa dalam kapal dapat melaju di dalam air, yang dikenal sebagai kedalaman draft kapal, demi menjaga kelancaran lalu lintas.

Mereka juga telah memangkas jumlah kedalaman maksimum yang diizinkan pada bulan Juli, sebagai langkah yang memaksa kapal-kapal yang melintasi pintu air Neopanamax, yakni jalur yang lebih lebar dan lebih dalam di Terusan Panama, untuk mengangkut muatan yang lebih ringan.

Keputusan ini didasari oleh level air laut dan prediksi kondisi Danau Gatun, sebuah waduk buatan yang mengaliri kanal tersebut, kata ACP, sambil menambahkan bahwa pihaknya siap menerapkan langkah pencegahan selama fenomena El Nino berdasarkan pelajaran yang dipetik dari kejadian pada 2023–2024 serta sambil terus memantau kondisi cuaca.

Beberapa pemilik kapal khawatir bahwa ACP akan membatasi jumlah kapal yang boleh melintas jalur maritim tersebut, seperti pada 2023 saat kekeringan panjang di negara Amerika tengah menyebabkan kemacetan.

ACP mencatat kenaikan 5% pada jumlah transit periode Oktober-Juni, atau 35 transit per hari. Mereka juga menyebutkan bahwa selama periode ini, volume angkutan yang melewati kanal tersebut meningkat, yang didorong oleh kapal kontainer dan kapal pengangkut gas petroleum cair.