Sabtu, Oktober 24, 2026
BerandaHiburanMaestro Tari Minangkabau Tom Ibnur Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun

Maestro Tari Minangkabau Tom Ibnur Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun

JAKARTA INDONEWS – Maestro tari Indonesia, Arison Ibnur Ibrahim meninggal dunia, pada 23 Oktober 2026. Penari yang dikenal dengan nama panggung Tom Ibnur tersebut, mengembuskan napas terakhirnya di usia 74 tahun. 

Kabar duka tersebut diungkapkan aktor sekaligus keponakan almarhum, Vino G Bastian, lewat Instagram pribadinya, pada Jumat (23/10/26). “Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan maestro tari Indonesia, Tom Ibnur,” tulisnya.

Dalam lanjutan unggahannya, aktor Miracle in Cell No.7 itu mengatakan, “Almarhum adalah salah satu putra terbaik Indonesia asal Minangkabau. Beliau juga adalah adik kandung ayah saya almarhum Bastian Tito.”

Tom Ibnur lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 15 Mei 1952 dan memulai karier profesionalnya sebagai penari sejak usia 11 tahun. Dia meraih penghargaan Penari Terbaik Festival Kesenian Olahraga dan Agama di Padang, pada 1963. 

Sayang, kecintaan Tom pada dunia tari sempat tak direstui orangtuanya. Atas permintaan orangtuanya, Tom kemudian memutuskan fokus pada pendidikannya dan bekerja di PT Semen Padang selama lebih dari satu dekade. 

Namun saat menonton pertunjukan seni di Opera House Sydney, Tom Ibnur memutuskan, melepas pekerjaanya dan kembali ke dunia tari. Dia kemudian terbang ke Jakarta dan mendalami dunia seni di Institut Kesenian Jakarta, yang dahulu bernama Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta.

Semasa kuliah, Tom Ibnur aktif melahirkan berbagai karya tari hingga akhirnya fokus pada seni tari Minangkabau dan Melayu Pesisir, khususnya tari Zapin. Sepanjang kariernya, lebih dari 300 karya tari milik Tom Ibnur yang dipentaskan. 

Tak hanya di dalam negeri, suami almarhumah Rusmiati ini membawa keindahan tari Zapin hingga ke Singapura, Malaysia, Australia, Perancis, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Spanyol, hingga Italia.

Dalam dunia film, Vino G Bastian menyebut, Tom Ibnur pernah terlibat sebagai dialect coach (mentor dialek bahasa) dan penasihat budaya dalam produksi film Tabula Rasa yang dirilis di bioskop, pada 24 September 2014.

Tom Ibnur juga berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan menjadi pengajar utama di  Fakultas Seni Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). “Bastian Tito dan Tom Ibnur adalah kakak beradik hebat dalam dunia seni Indonesia. Rest in love, Oom Tom,” tutup Vino G Bastian. 

Unggahan sang aktor dipenuhi ucapan belasungkawa dari warganet. “Innalillahi wa Innalilahi Rojiun, satu lagi maestro asal Minangkabau berpulang,” ungkap @day****lmy. Akun @rem***nof menuliskan, “Tahun ‘78 sampai ’80, saya pernah dilatih beliau. Semoga Husnul khotimah.”

Akun @tar***ml menambahkan, “Rest in peace, Opa Tom. You were so kind and really like a grandpa to me. I hope you meet Papa there.”*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
 src=

Most Popular

Recent Comments