Kamis, Oktober 15, 2026
BerandaJakartaKesehatan Metabolik Perlu Dijaga Dengan Pola Hidup Seimbang

Kesehatan Metabolik Perlu Dijaga Dengan Pola Hidup Seimbang

JAKARTA INDONEWS – Kesehatan metabolik tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan berat badan dan kadar gula darah, tetapi juga melibatkan berbagai sistem tubuh, mulai dari komposisi tubuh, kesehatan usus, hormon, hingga kualitas tidur dan aktivitas fisik.

Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife Dr. Vipada Sae-Lao mengatakan kesehatan metabolik perlu dijaga melalui kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten, bukan mengandalkan satu metode atau solusi instan.

“Di Asia, kondisi kardiometabolik yang memengaruhi kesehatan jantung dan metabolisme terus meningkat. Hal ini karena masyarakat Asia cenderung memiliki risiko metabolik pada indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan masyarakat di negara-negara Barat,” kata Sae-Lao dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/10/26).

Ia menjelaskan perubahan gaya hidup perkotaan, pola makan, serta berkurangnya aktivitas fisik turut menjadi alasan pentingnya menjaga kesehatan metabolik sejak dini.

Kesehatan metabolik merupakan kemampuan tubuh mengubah makanan menjadi energi sekaligus menjaga kadar gula darah, lemak darah, dan tekanan darah dalam rentang yang sehat.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan ialah komposisi tubuh. Menurut Sae-Lao, perbandingan massa otot dan lemak dapat memberikan gambaran kesehatan metabolik yang lebih menyeluruh dibandingkan berat badan atau indeks massa tubuh (IMT) saja.

Massa otot berperan dalam penggunaan energi, sedangkan penumpukan lemak berlebih, terutama di sekitar organ dalam, dapat mengganggu keseimbangan metabolik dan meningkatkan peradangan.

Asupan zat gizi seimbang, termasuk sumber lemak sehat seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun, juga menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi tubuh.

Selain komposisi tubuh, pengendalian kadar gula darah dapat didukung dengan mengonsumsi karbohidrat berserat, protein rendah lemak, serta lemak sehat. Menjaga keteraturan waktu makan dan membatasi kebiasaan makan larut malam juga dapat membantu menyelaraskan metabolisme dengan jam biologis tubuh.

Kesehatan usus turut berperan dalam proses tersebut. Mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan berinteraksi dengan berbagai organ dan memengaruhi pemrosesan zat gizi serta pengaturan energi.

Pola makan beragam yang kaya serat, termasuk dari makanan prebiotik, serta konsumsi probiotik dapat mendukung keseimbangan mikrobioma usus. Kebiasaan hidup sehat secara konsisten juga berperan dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh dan mengatur peradangan.

Sae-Lao menambahkan kualitas tidur dan pengelolaan stres merupakan faktor lain yang tidak dapat diabaikan karena keduanya berkaitan dengan keseimbangan hormon, sensitivitas insulin, pengaturan nafsu makan, dan kadar gula darah.

Dampak kesehatan metabolik juga dapat berkaitan dengan kondisi kulit. Meski penampilan kulit tidak secara langsung menentukan fungsi metabolisme, sejumlah faktor yang memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan juga dapat berdampak pada kondisi kulit.

Asupan protein yang cukup membantu proses perbaikan jaringan, sementara buah dan sayuran menyediakan vitamin serta antioksidan yang mendukung kesehatan kulit. Kecukupan cairan dan konsumsi makanan beragam juga diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh.

“Kesehatan metabolik yang baik berkaitan dengan keselarasan berbagai sistem tubuh yang secara bertahap menyesuaikan diri satu sama lain,” ujar Sae-Lao.

Ia mengatakan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi metabolik, kesejahteraan, dan kesehatan dalam jangka panjang.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
 src=

Most Popular

Recent Comments