JAKARTA INDONEWS – Persoalan Billy Syahputra dengan penjaga toilet di Pantai Dreamland, Bali, belum sepenuhnya selesai. Setelah insiden tersebut ramai di media sosial, Billy kini turut menanggapi pernyataan anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, yang menyinggung persoalan tersebut.
Arya Wedakarna sebelumnya meminta para artis yang datang ke Bali untuk tidak mudah marah. Ia juga menyinggung soal wisatawan yang dinilai jangan sampai mematikan rezeki pekerja pariwisata hanya karena persoalan kecil.
Pernyataan itu kemudian ditanggapi Billy melalui video yang diunggah di Instagram. Billy merasa perlu memberikan penjelasan agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi bola liar.
Billy menegaskan dirinya datang ke Bali untuk berlibur bersama keluarga, bukan mencari masalah ataupun membuat pekerja lokal kehilangan mata pencaharian.
“Mana mungkin sih gua jauh-jauh ke Bali cuma pengin emosi-emosi, marah-marah, mematikan rezeki orang, nge-post, enggak ada niatan apa pun. Lillahi Ta’ala gua enggak pengin mencari masalah sama siapa pun,” ujar Billy.
Ia pun meminta pernyataan pejabat tersebut tidak membuat persoalan menjadi salah kaprah. Menurut Billy, dirinya tidak memiliki masalah dengan Bali sebagai daerah wisata.
Billy bahkan menyebut pernyataan tersebut bisa menggiring opini seolah-olah dirinya datang ke Bali dengan tujuan membuat keributan.
“Tapi enggak masalah. Ini membela daerahnya, tapi yang harus dipahami, di sini, Billy Syahputra itu tidak masalah dengan daerahnya,” lanjutnya.
Selain menanggapi pernyataan Arya Wedakarna, ia kembali membahas persoalan yang terjadi di Pantai Dreamland.
Sebelumnya, Billy terlibat cekcok dengan penjaga toilet ketika hendak membersihkan pasir di tubuh anaknya. Billy mengaku sempat didorong dan kemudian terjadi adu mulut.
Sementara itu, pihak Dreamland membantah adanya aksi dorong-mendorong. Pemilik Dreamland, Nyoman Wardana, mengatakan pihaknya sudah mengecek CCTV dan menyebut tidak ada tindakan tersebut.
Billy pun meminta pihak manajemen tidak hanya mengeluarkan potongan rekaman yang menurutnya bisa menimbulkan persepsi berbeda.
Ia meminta seluruh rekaman CCTV yang berkaitan dengan kejadian itu dibuka agar publik bisa melihat kronologi secara lengkap.
“Jadi keluarin semua video-video yang secara real gitu loh, jangan ada potong-potongan,” ujar Billy.
Menurut Billy, pihak manajemen memang berhak memberikan pembelaan terhadap versi mereka. Namun, ia juga merasa perlu menyampaikan versinya agar persoalan tersebut bisa dilihat dari kedua sisi.
“Itu enggak mencari kebenaran dan enggak mencari kesalahan, tapi kan dari pihak manajemen tersebut seolah-olah kayak tidak terjadi apa-apa. Ya membela diri boleh, kita sama-sama meluruskan aja nih. Jadi mana yang benar, mana yang salah,” tuturnya.
Billy juga menyinggung soal tudingan yang menurutnya tidak masuk akal terkait kunjungannya ke Pantai Dreamland. Ia mempertanyakan, bagaimana mungkin dirinya datang jauh-jauh ke Bali bersama keluarga hanya untuk mencari keributan.
Ia menegaskan dirinya datang sebagai wisatawan yang ingin menikmati liburan, bukan untuk berkonflik dengan pekerja di lokasi.
“Mana mungkin Billy mau ke pantai niat mau berantemin orang, dia bukan preman,” kata Billy dalam pernyataannya.
Billy berharap persoalan tersebut bisa dilihat secara utuh dan tidak dibumbui dengan narasi yang membuat persoalan semakin melebar.

