Rabu, September 30, 2026
BerandaInternasionalArgentina Desak Inggris Hentikan Produksi Minyak Dekat Falkland

Argentina Desak Inggris Hentikan Produksi Minyak Dekat Falkland

ARGENTINA INDONEWS – Argentina memberi waktu selama dua pekan bagi Inggris untuk menghentikan atau mencegah kegiatan produksi minyak di sekitar Kepulauan Falkland.

Menurut pernyataan Kantor Kepresidenan Argentina, jika hal itu tidak segera dilakukan, maka Argentina akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional Hukum Laut.

“Argentina telah secara resmi menuntut Inggris mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam waktu dua pekan untuk mencegah dimulainya atau berlanjutnya kegiatan eksploitasi sumber daya hidrokarbon di landas kontinen Argentina. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi dalam jangka waktu yang ditentukan, Argentina akan mengajukan banding ke Mahkamah Internasional Hukum Laut untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi hak kedaulatan atas landas kontinen,” menurut pernyataan Kantor Kepresidenan Argentina.

Pemerintah Argentina menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus mempertahankan hak kedaulatan melalui berbagai instrumen diplomatik, administratif, dan hukum berdasarkan hukum nasional maupun internasional.

Pada 17 September lalu, Presiden Argentina Javier Milei mengajukan rancangan undang-undang (RUU) ke Kongres Argetina mengenai perlindungan kedaulatan atas kepulauan tersebut.

Rancangan itu mengusulkan sanksi bagi pihak yang mengeksploitasi sumber daya alam secara ilegal, memberikan insentif untuk menghentikan kegiatan tersebut, serta menyediakan instrumen bagi Argentina untuk menghadapi ancaman dari luar.

Perselisihan kedaulatan atas Kepulauan Falkland, yang disebut Malvinas oleh Argentina, telah berlangsung lama antara Argentina dan Inggris.

Kedua negara berperang selama beberapa pekan pada 1982, yang berakhir dengan kekalahan Argentina dan Inggris tetap menguasai kepulauan itu.

Pada Maret 2013, Kepulauan Falkland menggelar referendum dan 99,8 persen pemilih memilih tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris, namun Argentina tidak mengakui hasil referendum tersebut.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
 src=

Most Popular

Recent Comments