Sabtu, September 12, 2026
BerandaInternasionalPresiden Lebanon Katakan Saat Ini Tidak Ada Perundingan Baru Dengan Israel

Presiden Lebanon Katakan Saat Ini Tidak Ada Perundingan Baru Dengan Israel

ISTANBUL INDONEWS – Presiden Lebanon Joseph Aoun, Sabtu (12/9/26) mengatakan bahwa “saat ini tidak ada perundingan baru dengan Israel”, seraya menegaskan kembali tuntutan negaranya agar Israel menarik pasukan serta mengembalikan para tahanan dan warga yang mengungsi ke daerah mereka.

“Saat ini tidak ada perundingan baru dengan Israel,” kata Aoun kepada wartawan saat mengunjungi kota Nabatieh di Lebanon selatan, didampingi Panglima Angkatan Darat Rodolphe Haykal dan para kepala badan keamanan Lebanon.

“Penarikan, pengembalian para tahanan dan warga yang mengungsi, serta pembangunan kembali merupakan prinsip-prinsip nasional yang kami berkomitmen untuk melaksanakannya,” tambahnya dalam pernyataan yang dikutip kantor berita negara NNA.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Axios pada Jumat (11/9/26) bahwa putaran pembicaraan Israel-Lebanon berikutnya, yang semula dijadwalkan berlangsung di Roma pekan depan, telah ditunda.

Sebagai gantinya, duta besar Israel dan Lebanon akan bertemu di Departemen Luar Negeri AS di Washington untuk membahas perkembangan situasi dan kelanjutan pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja Juni, kata pejabat tersebut.

Putaran perundingan resmi berikutnya akan berlangsung di Roma pada Oktober, menurut pejabat AS itu.

Perundingan langsung antara Lebanon dan Israel dimulai melalui pertemuan yang disponsori AS di Washington pada 14 April.

Putaran perundingan berikutnya membahas gencatan senjata, penarikan pasukan Israel, masalah perbatasan, serta tahanan dan orang-orang yang hilang.

Beirut dan Tel Aviv menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang disponsori AS di Washington pada 26 Juni. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon dan pengerahan tentara Lebanon di wilayah yang ditinggalkan pasukan Israel.

Dalam kunjungannya ke Nabatieh, Aoun meninjau kompleks pemerintahan yang mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Israel, serta gedung bank sentral Lebanon yang hancur akibat pemboman.

Ia juga mengunjungi Rumah Sakit Nabatieh dan memuji para stafnya yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi sulit.

Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan hampir 4.400 orang dan melukai 12.500 lainnya sejak 2 Maret.

Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk wilayah yang telah dikuasai selama puluhan tahun serta lokasi lain yang direbut dalam perang dan operasi militer baru-baru ini.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments