Rabu, September 9, 2026
BerandaJakartaKebiasaan Minum Kopi Berdampak Pada Kesehatan Tulang Wanita

Kebiasaan Minum Kopi Berdampak Pada Kesehatan Tulang Wanita

JAKARTA INDONEWS – Peneliti Universitas Flinders dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients melaporkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tinggi mungkin berkaitan dengan kepadatan mineral tulang (BMD) yang lebih rendah pada wanita lanjut usia pascamenopause.

Para ilmuwan menganalisis konsumsi kopi dan teh pada 9.704 wanita berusia 65 tahun ke atas selama 10 tahun. Mereka juga mengukur BMD pada leher femur dan pinggul, dua area yang rentan mengalami patah tulang akibat osteoporosis.

Konsumsi teh dikaitkan dengan BMD pinggul total yang lebih tinggi. Sebaliknya, konsumsi lebih dari lima cangkir kopi per hari dikaitkan dengan BMD yang lebih rendah. Konsumsi kopi dua hingga tiga cangkir sehari tidak menunjukkan kaitan dengan dampak negatif pada kesehatan tulang.

Penelitian juga menemukan bahwa hubungan kopi dengan BMD leher femur yang lebih rendah lebih terlihat pada wanita dengan konsumsi alkohol lebih tinggi. Sementara itu, kaitan positif antara konsumsi teh dan kepadatan tulang lebih menonjol pada wanita dengan obesitas.

Para peneliti menyebut osteoporosis sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Sekitar satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria berusia 50 tahun ke atas di seluruh dunia mengalami patah tulang terkait osteoporosis. Risiko pada wanita meningkat setelah menopause karena kehilangan massa tulang berlangsung lebih cepat.

Salah satu penulis studi, Ryan Liu, mengatakan kandungan katekin dalam teh dapat mendukung pembentukan tulang sekaligus memperlambat kerusakannya.

“Sebaliknya, kandungan kafein dalam kopi telah terbukti dalam studi laboratorium mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, meskipun efek ini kecil dan dapat diimbangi dengan menambahkan susu,” kata Liu.

Namun, Liu menegaskan penelitian tersebut tidak menganjurkan konsumsi kopi maupun teh dalam jumlah besar.

“Tetapi hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi teh dalam jumlah sedang dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan tulang dan bahwa asupan kopi yang sangat tinggi mungkin tidak ideal, terutama untuk wanita yang mengonsumsi alkohol,” tambahnya.

Ahli diet terdaftar sekaligus profesor adjunkt nutrisi di Universitas New York, Lisa Young, mengatakan temuan tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati.

“Karena studi ini mengikuti wanita dari waktu ke waktu tanpa menugaskan mereka untuk minum kopi atau teh, studi ini hanya dapat menunjukkan asosiasi, bukan membuktikan bahwa kopi melemahkan tulang atau teh memperkuatnya,” kata Young kepada Fox News Digital.

Young juga menyoroti sejumlah keterbatasan penelitian, termasuk perbedaan gaya hidup peserta, fokus penelitian pada kepadatan tulang alih-alih kejadian patah tulang, serta efek yang relatif kecil dan terutama terlihat pada wanita lanjut usia.

Menurut Mayo Clinic, gejala osteoporosis dan kehilangan tulang dini antara lain sakit punggung, penurunan tinggi badan seiring waktu, dan postur membungkuk.

“Intinya bagi masyarakat adalah meyakinkan: Konsumsi kopi dalam jumlah sedang tampaknya baik-baik saja, dan tidak perlu mengganti minuman demi kesehatan tulang Anda,” kata Young.

“Cara yang paling terbukti untuk melindungi kesehatan tulang tetaplah mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, tetap aktif secara fisik, dan menghindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan,” tambahnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments