BusinessinternasionalNasionalpolitikRelawan BPJ

BPJ Mengapresiasi Langkah Jokowi untuk Menumpas Kejahatan Para Koruptor

Indonesianews.co, – Barisan Pemenangan Jokowi  (BPJ) diam diam mencari jawaban karena akhir akhir ini seruan 2019 ganti presiden semakin memanas di telinga masyarakat maupun di berbagai sosial media.

BPJ mengungkapkan hal ini didasari akan adanya penyitaan uang lebih dari 7000 Trilyun yang di lakukan oleh Jokowi Dodo yang tak lain hasil dari kejahatan yang di simpan di swiss. hal itu lah yang membuat mafia mafia semakin lantang menyerukan 2019 Ganti Presiden

Sementara itu pendanaan uang segar untuk membangun Indonesia akan segera terwujud kembali. Pemerintahan Joko Widodo sangat luar biasa dalam menjalin bilateral dengan dunia. Yang dulunya dibiarkan oleh rezim sebelumya sekarang dibongkar, diangkat dan ditarik ke Indonesia. Negara Swiss adalah Negara yang menggunakan system Tax Heaven namun sekarang bisa ditaklukan oleh Presiden Jokowi Dodo

Pemerintah Indonesia dan Swiss sudah mengadakan perundingan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam perundingan tersebut Indonesia dan Swiss menyepakati akan membekukan dan menyita para pelaku kejahatan, termasuk koruptor di kedua negara.

Dalam perjanjian kesepakatan kedua pemerintah adalah mengembalikan aset pelaku kejahatan kerah putih kepada negara Indonesia dan Negara Swiss.

Menteri Keuangan memperkirakan sedikitnya ada 84 WNI yang memiliki rekening gendut di bank negara Swiss. dan nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp.13.000 per US$). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 yang sebesar Rp 2.095,7 triliun

Merencanakan negosiasi Mutual Legal Assignment (MLA). tahap pertama negosiasi MLA akan dilaksanakan dan di sepakati untuk mendorong agar agreement MLA itu bisa ditandatangani tahun ini,” ucap Menlu Retno dalam pernyataan bersama dengan Menlu Burkhalter di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta.

Retno menambahkan bahwa perjanjian ini sangat penting khususnya  bagi Indonesia. Sebab, dengan perjanjian ini harta dan aset para pelaku kejahatan yang dilarikan ke Swiss bisa disita untuk negara.

“Bagi Indonesia kerjasama MLA sangat penting karena persetujuan itu menjadi dasar menyita, membekukan, dan mengembalikan aset para pelaku kriminal,” imbuh Retno.

Retno melanjutkan, kerjasama ini juga akan menjadi sinyal bagi dunia internasional bahwa Indonesia dan Swiss memiliki komitmen kuat dalam menanggulangi kejahatan lintas negara.

Selain membahas MLA, kedua Menlu ini juga membahas soal penguatan kerjasama bilateral dan ekonomi kedua negara, termasuk salah satunya adalah peningkatan ekspor kakao ke Swiss.

Kesepakatan itu disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Swiss, Didier Burkhalter, dengan Menteri Luar Indonesia, Retno Marsudi, di Jakarta

Hasil dari analisa tersebut Ketua Umum BPJ mengajak untuk saudara BPJ di indonesia maupun BPJ yang terbentuk di luar Negeri agar tetap solid untuk memenangkan bapak Jokowi K.H Ma’ruf Amin menuju Indonesia Sejahtera. Karena perlu diketahui seruan-seruan 2019 Ganti Presiden itu adalah bentuk dari ketakutan pelaku kejahatan kerah putih karena makanan nya yang akan di ambil,” tutup Ketua Umum Barisan Pemenangan Jokowi .

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close